Senin, 11 Mei 2015

MAKALAH PSIKOLOGI GANGGUAN MENSTRUASI PADA “Nn.T”



BAB I
LATAR BELAKANG

Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan perdarahan yang terjadi secara berulang setiap bulannya kecuali pada saat kehamilan. Menstruasi yang pertama atau menarche paling sering terjadi pada usia 11 tahun, tetapi bisa juga terjadi pada usia 8 tahun atau 16 tahun tergantung factor-faktor yang mempengarui kedewasaan atau perkembangan hormone pada gadis itu sendiri.  Secara berkala, perempuan normal akan mengalami menstruasi secara teratur. Menstruasi merupakan peluruhan dinding rahim yang terdiri atas darah dan jaringan tubuh. Proses ini berlangsung secara rutin setiap bulan pada setiap perempuan normal. Umumnya tidak ada keluhan berarti brkaitan dengan kedatangannya kecuali sedikit mulas atau ketidakstabilan emosi. Tetapi ada pula perempuan yang memiliki keluhan lebih mendalam karena proses menstruasinya sudah dirasakan bermasalah baik siklus, jumlah darah, atau nyerinya
Faktor psikologis sangat berpengaruh terhadap siklus menstruasi. Maka dari itu di sini penulis membahas makalah mengenai Studi Kasus Psikologis  Menstruasi agar pembaca maupun penulis dapat menambah wawasannya sehingga dapat mengatasi masalah tersebut serta tidak menimbulkan komplikasi.


BAB II
TINJAUAN TEORI
A.    Gangguan Menstruasi
Gangguan menstruasi dan siklusnya dalam masa reproduksi dapat digolongkan berdasarkan kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya perdarahan pada menstruasi (hipermenore atau menoragia dan hipomenore), kelainan siklus (polimenore, oligomenore, amenore), perdaraha di luar menstruasi (metroragia), gangguan lain yang  ada hubungan dengan menstruasi (ketegangan pramenstruasi premenstruasi tension, mastodinia, rasa nyeri pada ovulasi mittelschmerz, dan dismenore).

1)      Kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya perdarahan pada menstruasi.
a.         Hipermenore atau menoragia
Hipermenore adalah perdarahan menstruasi lebih banyak dari normal (lebih dari 80 ml) atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari), kadang disertai dengan bekuan darah sewaktu menstruasi.
Tindakan Bidan
1.         Pengobatan dapat dilakukan dengan suplementasi zaat besi dan antiprostaglandin selama menstruasi dan pemberian asam folat.
2.         Kondisi yang paling ditakutkan akibat keluarnya darah menstruasi dalam jumlah yang banyak adalah anemia.
b.        Hipomenore
Hipermenore adalah perdarahan menstruasi yang lebih pendek dan atau lebih kurang dari biasa.
Tindakan Bidan
a.       Merujuk ke fasilitas yang lebih tinggi dan lengkap.


2)      Kelainan Siklus Menstruasi
a.         Polimenore atau epimenoragia
Siklus menstruasi yang lebih memendek dari biasa yaitu < 21 hari, sedangkan jumlah pendarahan relatif sama atau lebih banyak dari biasanya.
Terapi
 Stadium proliferasi dapat diperpanjang dengan hormon estrogen
Stadium sekresi menggunakan hormon kombinasi estrogen dan progesteron.
b.         Oligomenore
Oligomenore adalah siklus menstruasi memanjang > 35 hari sedangkan jumlah pendarahan tetap sama.
Terapi
Oligomenore yang disebabkan ovulatoar tidak memerlukan terapi sedangkan bila mendekati amenore diusahakan dengan ovulasi.
c.         Amenore
Amenore adalah keadaan tidak datang menstruasi selama tiga bulan berturut-turut.
Terapi
Terapi pada amenore, bergantung pada etiologinya. Secara umum berupa pemberiaan hormon-hormon yang merangsang ovulasi; iradiasi (penyinaran) dari ovarium; pengambilan keadaan umum; penyeimbangan antara kerja, rekreasi dan istirahat; serta pembedahan untuk mengangkat tumor jika penyebabnya adalah tumor. 
   3)      Perdarahan di luar menstruasi
a.       Metroragia
Yaitu perdarahan yang tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid.
Terapi
Dilakukan tirang baring, transfusi darah, dan pemberian hormonal.


B.     Gejala-gejala gangguan psikologis terhadap menstruasi
1.         Komplek Kastrasi (Trauma Genetalia) Muncul gambaran fantasi yang aneh-aneh dan menimbulkan kecemasan-kecemasan dan perasaan bersalah/berdosa.
2.         Teori Cloaca Munculnya anggapan keliru dimana segala sesuatu yang keluar dari rongga tubuh itu adalah kotor, najis, menjijikkan, serta merupakan tanda noda yang tidak suci.
3.         Fobia Ketakutan yang tidak beralasan
4.         Hypochondria Rasa tertekan, ketakutan dan fantasi sakit (paranoid)
5.         Paranoid
6.         Psychogene Aminorhe Berhentinya menstruasi sebelum waktunya, penolakan terhadap menstruasi.
C.    Cara mengatasi gangguan psikologis
Cara mengatasi gangguan-gangguan psikologi pada masa menstruasi adalah dengan melakukan konsultasi atau konsling pada tenaga kesehatan seperti bidan, dokter dan sebagainya dan menjadikan tenaga kesehatan tersebut sebagai konselor. Peran atau tugas sebagai konselor ini yaitus ebagai berikut:
1.      Memberi penjelasan kepada klien, bahwa proses menstruasi merupakan suatu proses fisiologi atau normal yang pasti akan terjadi dan akan dialami oleh setiap wanita yang subur
2.      Memberi informasi-informasi positif yang berguna mengenai menstruasi agar tidak terjadi kesalah pahaman terhadap proses menstruasi tersebut.
3.      Memberikan saran untuk mengurangi ketegangan dan rasa nyeri proses menstruasi berlangsung, seperti istirahat yang cukup, perbanyak minum air putih dan melakukan kompres air hangat pada bagian perut.
4.       Memberikan support mental atau dukungan pada klien, agar lebih percaya diri dan tidak merasa takut dalam menghadapi masa menstruasi.

BAB III
KASUS
            Nn. T berumur 16 tahun, Alamat Desa Kalijaga Selatan, Status pelajar kelas 3 SMP datang ke bidan “H” di Polindes desa Kalijaga Selatan bersama ibunya pada Tanggal 16 April 2015 untuk menanyakan keluhan yang Nn.T rasakan saat ini ,Nn T mengatakan bahwa menstruasinya tidak normal seperti remaja-remaja lainnya  hal ini sudah berlangsung cukup lama, bulan sebelunya mengalami menstruasi yang cukup banyak, sedangkan bulan ini belum  mengalami menstruasi Nn T merasa setres dan terganggu dengan keadaannya saat ini. Tidak hanya itu menyebabkan Nn. T, bahkan hal ini menyebabkan Nn.T berpikir bahwa dia memiliki penyakit berat pada dirinya yang dapat merenggut nyawanya hal ini menyebabkan Nn.T merasa terganggu secara fisik dan mental.
            Nn. T merasa bahwa masalah ini tidak akan dapat terselesaikan hanya dengan berdiam diri, sehingga Nn. T mulai terbuka dan membicarakan masalahnya ini kepada teman sekolahnya akan tetapi masalah yang di alami tidak kunjung selsai terlebih teman sekolah pada umumnya tidak memiliki pengalaman yangsama dan tidak pernah mengalami masalh seperti Nn. T
            Dan akhirnya Nn. T bercerita kepada orang tuanya mengenai masalah yang dialami dan meminta saran, orang tua Nn. T menyarankan anaknya kebidan untuk menanyakan keadannya dan mencari informasi dan penyelesaian masalah yang di alami Nn. T


BAB IV
PEMBAHASAN
Unsur- unsur yang harus  ada
5W + 1H
1.      What  (Apa?)
Nn. T mengalami menstruasi yang  tidak normal sudah berlangsung cukup lama Nn. T  merasa setres dan terganggu dengan keadaannya saat ini.
2.      Who (Siapa?)
Nn. T umur 16 Th  kelas 3 SMP
3.      When (Kapan?)
Tanggal 16 April 2015
4.      Where (Dimana?)
di Polindes desa Kalijaga Selatan
5.      Why (Mengapa?)
Hal menyebabkan  terganggunya menstruasi berbagai macam factor  salah satunya ketidak seimbangan hormone yang ada pada ibu
6.      How (Bagaimana?)
Kelainan pada Rahim  dan sistim hormonal ibu

Jumat, 08 Mei 2015

“FALSAFAH KEBIDANAN” (Contoh Kasus)



BAB I
PENDAHULUAN


            Kehamilan normal adalah masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya kehamilan berlangsung sampai persalinan aterm sekitar 280 sampai 300 hari.  (Yanti, 2009).
            Dalam kehamilan peran serta bidan sangat diperlukan dalam memberikan asuhan kebidanan sayang ibu agar bisa membantu dan memberi semangat kepada ibu untuk memberikan pengetahuan mengenai kehamilan serta memberikan dukungan emosional agar ibu yang melalui tahap dalam kehamilan  bisa merasakan dirinya diperhatikan.
Bidan juga dapat memberikan penjelasan kepada keluarga untuk bisa menerima dan mendukung ibu pada saat kehamilnnya, hal ini dapat memberikan dukungan emosional pada ibu.
            Karna dalam kehamilan terjadi perubahan pisiologis dan psikologis yang dapat mengganggu proses kehamilan sehingga semaksimal mungkin bidan dan keluarga bekerja sama dalam memberikan dukungan emosional agar ibu dapat menghadapi dan menjalani proses kehamilan secara normal.


BAB II
KASUS

Nn.S umur 18 tahun datang ke Puskesmas Lingsar tanggal 9 mei 2014, diantarkan oleh seorang Laki-laki muda yang dikatakannya sebagai kakaknya, Sejak awal datang Nn. S sudah tampak cemas dan ragu-ragu untuk di lakukan pemeriksaan,
Saat Nn. S masuk ke ruang Konseling bidan T menyambut dengan sopan dan ramah. Nn.S segera dipersilahkan untuk duduk didampingi bersama dengan kakak laki-lakinya tersebut . Bidan pun mulai melakukan anamnesa.
Dari hasil anamnesa diketahui bahwa Nn.S belum menikah, umur 18 Th, Pendidikan SMA, mengeluh telat haid selama 1 bulan dan Menstruasinya tidak teratur Nn. S meminta diberikan obat pelancar menstruas, Nn.S mengatakan tidak pernah mengidap penyakit kronis apapun. setelah melakukan anamnesa bidan kemudian melakukan pemeriksaan selanjutnya.
Dari hasil pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan hasil bahwa tanda-tanda vital normal. Bidan kemudian melanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan bahwa TFU sepusat (24 minggu). Bidan kemudian menjelaskan pada Nn. S hasil pemeriksaan yang telah dilakukan bahwa bidan telah menemukan tanda mungkin kehamilan tapi untuk lebih pastinya harus dilakukan pemeriksaan laboratorium berupa pemeriksaan PP-test. Dari hasil PP test ditemukan bahwa Nn. S positif (+) hamil. Nn. S tampak syok dan meminta kepada bidan untuk menggugurkan kandungannya, bidan melakukan pendekatan kepada Nn. S dari hati ke hati untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya, informasi yang didapatkan dari Nn. S, bahwa laki-laki yang mendampinginya saat ini adalah kekasihnya mereka sering melakukan hubungan sexsual, dia mengaku terakhir kali berhubungan 2 bulan yang lalu,  Bidan melakukan konseling mengenai bahaya aborsi, keesokan harinya Nn. S datang lagi didampingi ibunya, sang ibu masih tidak bisa menerima keadaan putrinya dan ingin berkonsultasi dengan bidan, bidan melakukan konseling kepada keluarga dan kedua pasangan muda mudi tersebut. Bidan menyerahkan keputusan akhir pada Nn.S Sang Kekasih  dan keluarga.

BAB III
PEMBAHASAN


1.      Dari kasus tersebut bidan sudah mampu memandang bahwa kehamilan dan persalinan adalah peristiwa normal dan alami yang terjadi pada wanita dewasa sesuai dengan falsafah kebidanan Normal and Natural Childbirth. Hal ini terlihat dari sikap bidan T mencerminkan kepedulian terhadap kasus pada Nn.S dan memberikan pengarahan bahwa kehamilan perlu di jaga dan lindungi.
2.      Bidan sudah mampu memahami bahwa wanita itu unik dan patut dihormati hal ini sesuai dengan falasafah kebidanan Women centre care yang tercermin dari sikap bidan yang tetap memberikan semangat,dukungan dan pemahaman kepada ibu bahwa semuanya telah terjadi dan cobalah untuk menerima kehamilannya sehinga kehamilan harus di pertahankan demi keselamatan ibu dan janin, dengan menggugurkan kandungan ibu tidak bisa menyelesaikan masalah selain itu resiko yang ibu hadapi jika menggugurkan kandungan sangat besar bahkan dapat menyebabkan kematian.
3.      Pandangan bidan mengenai Empowering Women sudah sesuai dimana bidan  tidak ikut campur dalam ranah masalah pribadi Nn.S hanya saja memberikan masukan yang dibutuhkan oleh Nn.S karena bidan  yakin bahwa Nn.S akan mampu untuk mengatasi masalah yang dialaminya.
4.      Pada kasus ini pandangan bidan sesuai dengan falsafah kebidanan mengenai Continuity of care sebab bidan mampu/berusaha untuk memberikan pelayanan yang berkesinambungan dan sesuai standar kebidanan sehingga Nn. S mau menerima kehamilannya saat ini dan akan menjaga kesehatan dirinya serta janinnya, dengan melangsungkan pernikahannya anak yang dilahirkan ini dapat kejelasan status sehingga tidak dikucilkan oleh masyarakat, dan ibu bias berinteraksi seperti biasa dengan masyarakat di sekitarnya dan setelah melahirkan ibu bias melanjutkan pendidikan yang sempat tertunda
5.      Sikap bidan yang mengembalikan segala keputusan yang telah dipilih oleh Nn. S adalah tanggung jawab dari Nn. S sendiri beserta keluarganya. Pandangan bidan ini sudah sesuai dengan falsafah kebidanan Woman and Family Partnership, bidan memberikan nasehat kepada keluarga untuk menerima keadaan ibu saat ini dan meminta untuk selalu mendukungnya, keluarga Nn. S dapat menerima keadaan anaknya saat ini mendukung pernikahan yang dilakukan demi kebaikan bersama serta membantu untuk mengurus dan merawat ibu selama kehamilan sampai bayi lahir.


BAB IV
PENUTUP


Tindakan yang telah dilakukan oleh bidan T sudah cukup baik karena sudah memenuhi beberapa falsafah kebidanan yang harus menjadi pandangan hidup bidan dalam menjalankan segala tugas dan kewajibannya dalam memberikan pelayanan prima bagi pasien. Pandangan bidan sudah sesuai secara keseluruhan karena dengan menegakkan pandangan ini kepada pasien dan keluarganya Bidan  harus tetap berusaha untuk semakin meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan yang diberikan pada pasien guna mendongkrak tingkat kepercayaan pasien pada pelayan kesehatan khususnya bidan walaupun pada akhirnya keputusan tetap ada di tangan pasien.

DAFTAR PUSTAKA

Pengalaman dinas diPuskesmas Lingsar Lombok Barat pada Nn.S tanggal 9 mei 2014, Nusa Tenggara Barat.
Yanti. 2009. Asuhan Kebidanan Persalinan. Pustka Rihama. Yogyakarta.

PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) ASKEB




BAB I
PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG
Praktek Kerja Lapangan (PKL) merupakan kegiatan yang dilaksanakan satu kali setiap tahunnya oleh Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan program studi DIII Kebidanan UNW Mataram khususnya, dimana hal tersebut dilaksanakan secara berkesinambungan dalam rangka meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal sesuai dengan tujuan pembangunan nasional yaitu tercapainya kemampuan hidup sehat bagi setiap keluarga agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal.
Kebidanan Komunitas merupakan bagian dari ilmu yang memberikan pelayanan bagi individu, keluarga, dan masyarakat serta melibatkan peran aktif masyarakat dengan menggunakan keluarga sebagai unit pelayanan komunitas sebagai target pelayanan. Penekanan asuhan komunitas adalah peningkatan kesejahteraan keluarga termasuk kesehatan ibu dan anak serta KB dan pemberantasan penyakit dan pengobatannya dengan mensintesa ilmu yang pernah didapatkan di bangku kulyah seperti : konsep epidemologi, biostatistik, demografi sosial budaya, ilmu perilaku serta ilmu klinik lainnya. Dimana penerapannya dalam bentuk Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Adapun tujuan dari Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang bertempat di Kecamatan Lingsar Desa Batu Mekar Dusun Nyurbaya Gawah yaitu untuk melihat gambaran seberapa jauh masyarakat menerapkan program wajib UKW (Upaya Kesehatan Wajib) Puskesmas yang terdiri dari : Promosi kesehatan, adapun ruang lingkup dari promosi kesehatan yaitu pembinaan prilaku hidup bersih dan sehat yang meliputi institusi rumah tangga, insitusi pendidikan (sekolah), dan institusi sarana kesehatan. Pembinaan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) yang meliputi posyandu mandiri dan desa siaga aktif. Kesehatan lingkungan yang meliputi : penyehatan air, penyehatan makanan dan minuman, penyehatan tempat-tempat umum, dan penyehatan lingkungan pemukiman. Kesehatan Ibu dan Anak termasuk Keluarga Berencana yang meliputi : kesehatan ibu, kesehatan neonatus, kesehatan bayi, kesehatan balita dan pelayanan keluarga berencana. Upaya perbaikan gizi masyarakat. Serta program pengembangan atau Upaya Kesehatan Pengembangan (UKP) Puskesmas yang terdiri dari upaya kesehatan usia lanjut, pencegahan dan penanggulangan penyakit gigi, perawatan kesehatan masyarakat, bina kesehatan tradisional dan kesehatan jiwa.
Dalam rangka penerapan program wajib maupun program pengembangan puskesmas tersebut diatas diperlukan pengalaman belajar bagi mahasiswa dalam menerapkan secara langsung dimasyarakat, melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) bersama masyarakat melalui asuhan keperawatan, kebidanan serta kefarmasian sesuai kebutuhan dalam bentuk pembangunan kesehatan masyarakat desa (PKMD) dalam upaya yang berfokus pada upaya promontif dan preventif.
Dalam laporan KK Binaan ini penulis mengambil pembahasan mengenai kesehatan ibu  nifas karena melihat masih kurangnya pengetahuan keluarga tentang tekhnik menyusui yang benar, sehingga  dalam PKL ini saya berupaya untuk memberikan beberapa penyuluhan kepada keluarga  supaya terjadi perubahan perilaku terhadap keluarga terutama tentang kesehatan ibu nifas.
Kondisi ibu nifas pada saat ini cukup baik hanya saja perlu diberikan beberapa informasi kepada keluarga mengenai kesehatan ibu nifas melalui pendekatan kepada keluarga KK Binaan.

B.       TUJUAN
1.         Tujuan Umum
Diharapkan Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram Jurusan Kebidanan Mampu menerapkan asuhan kebidanan komunitas secara profesional dengan melibatkan peran serta masyarakat.

2.         Tujuan Khusus
a.         Mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah kebidanan komunitas di masyarakat berdasarkan analisa epidemiologi, biostatistik, demografi serta ilmu sosial budaya dan prilaku.
b.        Mahasiswa mampu membuat perencanaan dalam penerapan asuhan kebidanan dalam kontek keluarga, kelompok, dan masyarakat.
c.         Mahasiswa mampu melaksanakan tindakan kebidanan dalam penerapan asuhan kebidanan dalam konteks keluarga, kelompok dan masyarakat.
d.        Mahasiswa mampu melakukan  evaluasi terhadap semua kegiatan dalam penerapan asuhan kebidanan dalam konteks keluarga, kelompok, dan masyarakat.
e.         Mahasiswa mampu menerapkan pendidikan kesehatan bagi keluarga,  kelompok khusus dan masyarakat sehingga terjadi perubahan prilaku masyarakat di bidang kesehatan.
f.         Mahasiswa mampu membina peran serta masyarakat dan mengadakan hubungan kerjasama lintas program dan lintas sektoral
C.      Lokasi
Adapun lokasi PKL mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Prodi DIII Kebidanan Mataram adalah Dusun Lendang Bajur, Kecamatan Gunung Sari Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Sari. Dimana Dusun Kapek atas terbagi menjadi 10 RT. Keluarga yang menjadi KK binaan yaitu terletak pada RT 10.

D.      Waktu
Waktu pelaksanaan PKL mahasiswa Universitas Nahdlatul Wathan Fakultas Ilmu Kesehatan Prodi DIII Kebidanan Mataram dari tanggal 03 Maret 2014 sampai 22 Maret 2014.


BAB II
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS PADA KELUARGA TN ”M”
(IBU NIFAS) DI DUSUN KAPEK ATAS DESA GUNUNG SARI KECAMATAN GUNUNG SARI  KABUPATEN LOBAR
TANGGAL 03-22 MARET 2014

I.       ANTENATAL CARE (ANC)
A.    Kunjungan pertama
Hari/Tanggal   : Kamis  Maret 2014
Tempat            : Rumah keluarga Tn ”M”
Waktu             : 10.00 wita
1.      SUBYEKTIF
a.    Identitas
Biodata
Istri
Suami
Nama
Ny “F”
Tn “M”
Jenis kelamin
Perempuan
Laki-laki
Umur
30 tahun
37 tahun
Agama
Islam
Islam
Suku/bangsa
Jawa /Indonesia
Jawa /Indonesia
Pendidikan
SMA
SMA
Pekerjaan
IRT
Wiraswasta
Alamat
Lendang Bajur, BTN Gunung Sari Indah

Status pekawinan         : Menikah, usia menikah istri 23 tahun, suami 29 tahun lama pernikahan  7 tahun. 
b.      Daftar anggota keluarga
No
Nama
Hub. Dengan KK
Umur
Sex
Pendidikan
Pekerjaan
Keadaan Sekarang
ket
1.
M. Fahmi Hakim
KK
37 th
L
SMA
Wiraswasta
Sehat
H
2.
Fuji Astuti
Istri
30 th
P
SMA
IRT
Sehat
H
3.
M. Bagus Ridwan
Anak
6 th
L
-
-
Sehat
H
c.      Keluhan utama                        : Ibu hamil 8 bulan tidak ada keluhan
d.      Jarak Rumah
1)      Posyandu : 20 m, waktu tempuh 5 menit dengan jalan kaki.
2)      Puskesmas : 3 km, waktu tempuh 10 menit dengan mobil.
3)      Polindes   : 200 m, waktu tem puh 5 menit dengan naik motor.
e.         Kendaraan yang digunakan ke fasilitas tersebut : Motor
f.          Keadaan Kesehatan :
a)      Keadaan Kesehatan Keluaraga
1.      Tidak ada anggota keluarga yang meninggal 1 (satu) tahun terakhir
2.      Tidak ada anggota keluarga yang sakit dalam 1 (satu) tahun terakhir.
b)      Keadaan Kesehatan Ibu
1.      Riwayat menstruasi:
a.       Menarche              : 14 tahun
b.      Haid                      : Teratur
c.       Siklus                    : 28 hari
d.      Lama haid             : 6-7 hari
e.       Jumlah                  : 2-3 kali ganti pembalut .
f.       Flour albus            : tidak ada
g.       Dismenorhoe       : Tidak ada
h.      HPHT                   : 22-07-2013
i.        HTP                      : 29-04-2014
2.    Riwayat kehamilan ini:
a.   Hamil ke                                        : 2 (Dua)
b.  Umur kehamilan menurut ibu       : 8  bulan
c.   Pergerakan Fetus                           : Dirasakan ibu sejak usia
                                                        kehamilan 4 bulan, dan
                                                        hingga kini dirasakan sangat
                                                       aktif  ± 10 kali dalam 12 jam.
d.  Keluhan yang dirasakan selama kehamilan : Tidak ada
e.   Tanda bahaya / penyulit selama kehamilan  : Tidak ada
f.   Kekhawatiran-kekhawatiran khusus               : Tidak ada
g.  Pemeriksaan ANC : >4 kali melakukan pemeriksaan kehamilan di Posyandu, puskesmas dan dokter kandungan.
h.  Imunisasi TT         : 2 kali
TT 1                      : Tanggal: 24-08-2013
TT2                       : Tanggal: 17-04-2013
i.    Obat yang dikonsumsi      : Hanya Mengkonsumsi obat yang diberikan bidan yaitu tablet tambah darah sebanyak 2 bungkus diminum
3.      Riwayat persalinan yang lalu
Ini merupakan kehamilan yang pertama dan tidak pernah mengalami keguguran.
4.      Riwayat Kesehatan/Penyakit yang diderita dahulu dan sekarang (jantung, hepar, anemia berat, campak, TBC, operasi, gangguan mental, DM dll) : Tidak Ada
5.      Riwayat sosial ekonomi :
a.       Status pernikahan : menikah 1 kali lamanya 7 tahun
b.      Respon ibu dan keluarga terhadap kehamilan : Ibu dan   keluarga sangat bahagia  akan kehamilan ibu dan kehamilan ini sudah direncanakan.
c.       Dukungan suami / keluarga  mengenai kehamilan ini : Suami ikut membantu pekerjaan istri
d.      Riwayat KB sebelumnya                : IUD
e.       Rencana KB                                    : IUD
f.       Pengambil keputusan dalam keluarga : Suami
g.      Riwayat kebutuhan biologis sebelum dan saat hamil :
1)      Nutrisi (sebelum dan selama hamil)
Makan
Sebelum Hamil
Selama Hamil
Porsi
1 piring
1 piring
Komposisi
Nasi, tahu, tempe, telur, ikan, sayuran, Daging dan kacang-kacanga.
Nasi, sayur-sayuran, tempe, telur, ikan, daging, sayuran dan kacang-kacanga
Frekuensi
3 x sehari
3-4 x sehari
Pantangan
Tidak ada
Tidak ada
Kesulitan
Tidak ada
Tidak ada
2)      Minum
Minum
Sebelum Hamil
Selama Hamil
Frekuensi
4-5x Sehari
4-5x Sehari
Banyak
3-4 Gelas
3-4 Gelas
Kesulitan
Tidak Ada
Tidak Ada
Pantangan
Tidak Ada
Tidak Ada

3)      Eliminasi
BAB
Sebelum hamil
Selama hamil
Frekuensi
1-2 kali/hari
1 kali/hari
Konsistensi
Padat-lunak
Padat-lunak
Warna
Kuning kecoklatan
Kuning kecoklatan
Kesulitan
Tidak Ada
Tidak Ada

BAK
Sebelum Hamil
Selama Hamil
Frekuensi
3-4 kali/hari
6-7 kali/hari
Warna
Kuning Jernih
Kuning Jernih
Kesulitan
tidak ada
tidak ada

4.      Istirahat  dan tidur

Sebelum hamil
Selama hamil
Siang
± 2 jam
± 2 jam
Malam
± 7- 8 jam
± 8-9jam
Kesulitan
Tidak ada
Tidak ada

6.      Beban Kerja atau Aktivitas sehari – hari
Ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga, dengan kegiatan sehari – hari memasak, mencuci piring, dan membersihkan rumah.
7.      Kebersihan Ibu
a)      Rambut bersih, dicuci 3 kali seminggu
b)      Gosok gigi 3 kali sehari
c)      Ganti pakaian 2 kali sehari
d)     Mandi 2 kali sehari pakai sabun
e)      Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah makan
f)       Potong kuku bila kuku panjang.
g)      Tempat mandi di kamar mandi
8.      Kebiasaan hidup sehat : Tidak merokok, tidak mengkonsumsi obat-obatan dan tidak minum minuman keras.
9.      Kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan ini : Ibu mengatakan tidak ada.
10.  Rencana tempat melahirkan dan penolong persalinan : Di Rumah Sakit  dan ditolong oleh bidan.
11.  Persiapan persalinan : Ibu sudah mempersiapkan segala kebutuhannya.
12.  Ibu memiliki KMS
BB   : 60 kg
TB    : 160 cm
13.  Perawatan payudara
Ibu tidak pernah melakukan perawatan payudara
14.  Ibu tidak pernah melakukan senam hamil
g.      Kesehatan Lingkungan :
1)        Atap rumah dari genting
2)        Dinding rumah permanent
3)        Lantai rumah terbuat dari kramik
4)        Keadaan penerangan rumah baik
5)        Keadaan ventilasi rumah baik
6)        Saluran limbah rumah : ada lancar
7)        Tidak ada kandang ternak
8)        Sampah di buang dengan cara di angkut oleh petugas
9)        Buang air besar di WC tertutup
10)    Sumber air minum dari PDAM
11)    Keluarga biasa minum air yang dimasak
12)    Ibu  memiliki jaminan social kesehatan yaitu jamkesmas
13)    Kegiatan social yang diikuti tidak ada
h.               Gizi keluarga
Jenis Makanan
1 x Sehari
2 x Sehari
3 x Sehari
1x Seminggu
1 x Sebulan
Tidak Pernah
Makanan pokok
1.   Nasi
2.   Mie
3.   umbi-umbian
4.   lain-lain 
Lauk pauk
1.      Ikan
2.      Telur
3.      Daging
Lauk nabati
1.   tempe
2.   tahu
3.   kacang-kacangan
Sayuran
Buah-buahan









√
√




√
√
√
-



√

√
√
√
√
√
























2.        OBYEKTIF
a.      Pemeriksaan umum
1)      Keadaan umum                             : Baik
2)      Kesadaran                                                 : Composmentis
3)      Tinggi badan                                 : 160 cm
4)      Berat badan                                   : 60 kg
5)      BB sebelum hamil                         : 49 kg
6)       Peningkatan BB selama hamil  : 11 kg
7)      Lingkar lengan atas (Lila)             : 25 cm
8)      Tanda-tanda vital
-          Tekanan darah : 110/80 mmHg
-          Nadi                : 78 x/menit
-          Suhu                : 36,8 0C
-          Respirasi          : 22 x/menit
b.      Pemeriksaan fisik
1)      Kepala dan wajah
-          Rambut     : Bersih, tidak rontok, tidak ada ketombe, tidak ada luka.
-          Wajah        : Tidak pucat, tidak ada cloasma gravidarum, tidak ada oedema.
-          Mata          : Conjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterus.
-          Mulut        : Bibir tidak pucat, gigi tidak ada caries, lidah bersih, gusi tidak pucat.
2)      Leher
Tidak ada bendungan vena jugularis, tidak ada pembesaran kelenjar limfe dan tidak ada pembesaran kelenjar tiroid.
3)      Payudara
-          Inspeksi     : Bentuk simetris, puting susu menonjol, ada pigmentasi pada areola.
-                                              Palpasi       : Tidak ada retraksi, tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan, colustrum (+/+).
4)      Abdomen
-          Inspeksi            : Tidak ada luka bekas operasi, terdapat linea nigra, tidak terdapat striae Livide dan tidak ada kontraksi uterus
-          Palpasi              :   
Leopold I        : TFU 28 cm, Teraba 3 jari di bawah px
Leopold II       :  Punggung kanan
Leopold III     : Presentasi kepala, sudah  masuk PAP
Leopold IV   : Kepala sudah masuk pap 4/5 bagian.
-          Auskultasi        : Denyut Jantung Janin  ( + ), irama : teratur 12-11-11, frekwensi : 136 x/menit
5.  Genetalia Eksterna
Tidak dilakukan pemeriksan
6.  Ekstremitas :
a.         Ekstremitas atas :  Kuku tidak pucat , tidak ada oedema
b.        Ekstremitas bawah : Kuku tidak pucat, tidak ada varises, tidak ada oedema, Reflek patella (+/+)
7.  Pemeriksaan  Penunjang
Pemeriksaan laboratorium :
Tanggal 22 Januari 2014
(a)    Tes Hb                         : 11,2 gram %
(b)   Golongan Darah          : O
Tes Urine   : Protein urine ( - ), urine reduksi( - )

3.    ANALISA
Ibu : G2P1A0H1, Umur kehamilan 33-34 minggu, K/ U ibu baik.
Janin  : Tunggal/ hidup/ intra uteri, Presentasi kepala, keadaan  janin
baik.
  Kesehatan Lingkungan
Diagnosa : keadaan rumah bersih.
4.      PENATALAKSANAAN
Hari/Tanggal : Rabu, 12 Maret 2013        Pukul : 10.15 wita
a.       Menginformasikan hasil pemeriksaan bahwa keadaan ibu baik, tekanan darah 110/80 mmHg, nadi 78x/ menit, suhu 36,8 °C, respirasi 22x/menit. Ibu mengetahui hasil pemeriksaan bahwa keadaan dirinya baik.
b.      Menjelaskan pada ibu tanda-tanda bahaya dalam kehamilan seperti pendarahan , bengkak pada tangan dan kaki atau seluruh badan, demam tinggi , keluar cairan jernih dari kemaluan atau  jalan lahir (KPD) , gerakan janin berkurang atau bahkan tidak ada lagi dan apabila ibu mengalami tanda-tanda tersebut segera kepetugas kesehatan terdekat.
c.       Menganjurkan pada ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi dan memenuhi kebutuhan nutrisi pada ibu, yakni makanan yang banyak mengandung  karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral.  Ibu dapat memperoleh makanan yang mengandung karbohidrat dari nasi, lemak dari daging, kacang- kacangan, susu, dan protein dapat di peroleh dari telur, serta vitamin dan mineral dapat di peroleh dari sayur dan buah.
d.      Menginformasikan tentang pentingnya menjaga kebersihan diri, terutama pada daerah kemaluannya dengan selalu mengganti pakaian dalam apabila basah/ merasa kotor untuk mencegah berkembangnya kuman dan ketika membersihkan daerah kemaluan ibu sebaiknya diawali dengan mencuci tangan dengan sabun dan dimulai dari bagian depan kebagian belakang dan mencuci tangan kembali dengan menggunakan sabun. Ibu mengerti dan mau melakukan apa yang telah dijelaskan.
e.       Mengajarkan mengenai cara menghitung gerakan janin, yakni ibu menghitungnya per 12 jam, ibu boleh menggunakan karet gelang atau menulisnya setiap ibu merasakan gerakan janinnya dan bila > 10 kali per 12 jam maka janin ibu dalam keadaan baik, ibu mengerti mengenai cara menghitung gerakan janin.
f.       Mengajarkan ibu body mekanik yaitu cara mengambil benda yang ada di lantai yaitu ibu pelan-pelan seperti posisi untuk duduk kemudian mengambil benda yang berada di lantai kemudian pelan-pelan untuk bangun. Bila ibu langsung mengambil benda tersebut tanpa melakukan gerakan yang di atas, dikhawatirkan ibu akan jatuh karena ketidakseimbangan yang condong ke arah perut disamping itu ibu akan merasa sakit pada daerah pinggang. Bila ibu ingin bangun dari tempat tidur, ibu harus miring kemudian bangun agar ibu tidak pusing. Dan mengajarkan ibu untuk olahraga ringan yaitu sering jalan-jalan supaya kepala bayi cepat turun ke jalan lahir. Ibu paham dan mau melakukan apa yang telah dijelaskan diatas.
g.      Menginformasikan tentang pentingnya tablet tambah darah dengan dosis  1x1 perhari yang diminum  malam hari serta cara minumnya menggunakan air putih tidak boleh dengan susu, kopi, atau teh karena akan mengganggu penyerapan obat, ibu mengerti tentang penjelasan yang diberikan dan bersedia minum tablet tambah darah sesuai dosis yang dianjurkan oleh bidan.
h.      Membuat kesepakatan dengan ibu untuk kunjungan ulang  yaitu pada tanggal 17 Maret 2014 dan ibu bersedia untuk kunjungan ulang  pada tanggal: 17 Maret 2014.
B.     Kunjungan Kedua
Hari/ Tanggal  : Senin, 17 Maret  2014
Tempat            : Rumah Warga Tn “M”
Waktu             : 16.00 wita

1.      SUBYEKTIF
1.        Ibu mengatakan tidak mengalami tanda bahaya seperti pusing , pandangan kabur, keluar darah atau  air ketuban sebelum ada tanda-tanda persalinan sejak pemeriksaan terakhir (tanggal 12   Maret 2014) sampai sekarang.
2.        Ibu merasa lebih segar dan lebih tenang setelah pemeriksaan yang dilakukan kemarin, bahwa keadaan ibu dan janin baik.
3.        Ibu merasakan gerakan janin  lebih sering di rasakan
4.        Ibu sudah meminum tablet tambah darah sesuai dengan dosis yang dianjurkan yaitu 1 x sehari.
2.      OBYEKTIF
a)      Pemeriksaan umum
1)      Keadaan umum              : baik.
2)      Kesadaran                      : composmentis.
3)      Emosi                             : stabil
4)      BB                                  : 60 kg
b)      Pemeriksaan tanda-tanda Vital
1)      Tekanan darah (TD)      : 120/70 mmHg
2)      Nadi (N)                        : 80 x/mnt
3)      Suhu (S)                                    : 37 ºC
4)      Respirasi (R)                  : 20 x/mnt
c)          Pemeriksaan Fisik
1)      Mata     : Konjungtiva tidak pucat, sclera tidak  ikterus.
2)      Abdomen
Palpasi             :
                           Leopold I      : TFU 28 cm, Teraba 3 jari di bawah px
                           Leopold II     :           Punggung kanan
                                      Leopold III   : Presentasi kepala, sudah  masuk PAP
  Leopold IV : Kepala sudah masuk pap 4/5 bagian.
Auskultasi       : DJJ (+), irama 12-12-12 (teratur),
frekuensi 144 x/mnt.                   
3)      Ekstremitas :
a)    Ekstremitas atas
           Kuku tidak pucat , tidak ada oedema
b)   Ekstremitas bawah
Kuku tidak pucat, tidak ada varises, tidak ada oedema, Reflek patella(+/+)
3.      ANALISA
-          Ibu : G2P1A0H1, Umur kehamilan 34-35 minggu, K/ U ibu baik.
-          Janin  : Tunggal/ hidup/ intra uteri, Presentasi kepala, keadaan  janin     baik.
4.      PENATALAKSANAAN
Hari/Tanggal : Senin, 17 Maret 2014        Pukul : 16.15 wita
    1. Menginformasikan kepada ibu tentang hasil pemeriksaan yang didapat yaitu keadaan umum ibu baik, kesadaran composmentis, tanda-tanda vital: tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 80 x/menit, suhu 37 0C, respirasi 20 x/menit. Ibu mengetahui hasil pemeriksaan.
    2. Menginformasikan kembali tentang tanda-tanda bahaya kehamilan   yaitu keluar darah dari jalan lahir, keluar air banyak dan susah untuk ditahan (air ketuban) sebelum waktunya melahirkan, gerakan janin berkurang atau tidak dirasakan, demam dan menggigil, muka, tangan dan kaki bengkak. Apabila ibu mengalami salah satu tanda bahaya tersebut maka segera datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan. Ibu mengerti apa yang telah dijelaskan tentang tanda bahaya pada ibu hamil.(Satuan penyuluhan terlampir).
    3. Mengingatkan ibu untuk tetap meminum tablet tambah darah yaitu 1 x sehari dan menganjurkan ibu untuk minum obat dengan air putih, jangan minum obat dengan teh atau kopi karena dapat mengganggu penyerapan obat.
    4. Membuat kesepakatan dengan ibu untuk kunjungan ulang  yaitu pada tanggal 20 Maret 2014 dan ibu bersedia untuk kunjungan ulang  lagi yaitu pada tanggal 20 Maret  2014.

C.    Kunjungan Ketiga
Hari/ Tanggal  : kamis, 20 Maret  2014
Tempat            : Rumah Warga Tn “M”
Waktu             : 09.00 wita

1. SUBYEKTIF
a.    Ibu mengatakan tidak mengalami tanda bahaya seperti pusing , pandangan kabur, keluar darah atau  air ketuban sebelum ada tanda-tanda persalinan sejak pemeriksaan terakhir (tanggal 17   Maret 2014) sampai sekarang.
b.    Ibu merasa lebih segar dan lebih tenang setelah pemeriksaan yang dilakukan kemarin, bahwa keadaan ibu dan janin baik.
c.    Ibu merasakan gerakan janin  lebih sering di rasakan
d.   Ibu sudah meminum tablet tambah darah sesuai dengan dosis yang dianjurkan yaitu 1 x sehari.
2. OBYEKTIF
1.    Pemeriksaan umum
a.        Keadaan umum                          : baik.
b.        Kesadaran                                  : composmentis.
c.         Emosi                                         : stabil
d.        BB                                              : 60 kg
e.         Pemeriksaan tanda-tanda Vital
1)      Tekanan darah (TD)            : 120/70 mmHg
2)      Nadi (N)                             : 80 x/mnt
3)      Suhu (S)                              : 37 ºC
4)      Respirasi (R)                       : 20 x/mnt
f.         Pemeriksaan Fisik
1.  Mata     : Konjungtiva tidak pucat, sclera tidak  ikterus.
2.  Abdomen
Palpasi             :
                           Leopold I      : TFU 28 cm, Teraba 3 jari di bawah px
                           Leopold II     :           Punggung kanan
                                      Leopold III   : Presentasi kepala, sudah  masuk PAP
  Leopold IV : Kepala sudah masuk pap 4/5 bagian.
Auskultasi       : DJJ (+), irama 12-12-11 (teratur),
frekuensi 140 x/mnt.                   
g.      Ekstremitas :
1.      Ekstremitas atas
                                  Kuku tidak pucat , tidak ada oedema.
2.      Ekstremitas bawah
Kuku tidak pucat, tidak ada varises, tidak ada oedema, Reflek patella(+/+)
3. ANALISA
-          Ibu : G2P1A0H1, Umur kehamilan 34-35 minggu, K/ U ibu baik.
-          Janin  : Tunggal/ hidup/ intra uteri, Presentasi kepala, keadaan  janin     baik.
4. PENATALAKSANAAN
Hari/Tanggal : Senin, 20  Maret 2014       Pukul : 09.15 wita
    1. Menginformasikan kepada ibu tentang hasil pemeriksaan yang didapat yaitu keadaan umum ibu baik, kesadaran composmentis, tanda-tanda vital: tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 80 x/menit, suhu 37 0C, respirasi 20 x/menit. Ibu mengetahui hasil pemeriksaan.
    2. Menginformasikan kembali tentang tanda-tanda bahaya kehamilan   yaitu keluar darah dari jalan lahir, keluar air banyak dan susah untuk ditahan (air ketuban) sebelum waktunya melahirkan, gerakan janin berkurang atau tidak dirasakan, demam dan menggigil, muka, tangan dan kaki bengkak. Apabila ibu mengalami salah satu tanda bahaya tersebut maka segera datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan. Ibu mengerti apa yang telah dijelaskan tentang tanda bahaya pada ibu hamil.(Satuan penyuluhan terlampir).
    3. Mengingatkan ibu untuk tetap meminum tablet tambah darah yaitu 1 x sehari dan menganjurkan ibu untuk minum obat dengan air putih, jangan minum obat dengan teh atau kopi karena dapat mengganggu penyerapan obat.
 
BAB III
PENUTUP 
A.      Kesimpulan
Dari seluruh proses kegiatan asuhan kebidanan komunitas pada keluarga Tn “M” dalam Praktek Kerja Lapangan Mahasiswa Prodi DIII Kebidanan UNW Mataram di RT 06 BTN Gunung Sari Indah Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat tanggal 03-22 Maret 2014 dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1.      Mahasiswa dapat mengidentifikasi masalah kebidanan komunitas dengan berdasarkan analisa epidemiologi, biostatistik, demografi dan ilmu sosial budaya/perilaku terhadap keluarga Tn “M” di RT 06 BTN  Gunung Sari Indah  Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat khususnya kesehatan Ibu Hamil yaitu :
a.       Ibu sudah mengetahui tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan
b.      Ibu sudah mengetahui pentingnya  pemeriksaan  kehamilan
c.       Ibu sudah mengetahui tanda-tanda persalinan
d.      Ibu sudah mengetahui tanda bahaya kehamilan
e.       Ibu sudah mengetahui persiapan-persiapan persalinan
2.      Mahasiswa telah membuat perencanaan ( POA ) dan telah menerapkan asuhan kebidanan serta melakukan evaluasi terhadap Tn “M” sesuai dengan semua kegiatan yang terdapat di dalam perencanaan ( POA ).
3.      Mahasiswa sudah menerapkan pendidikan kesehatan bagi keluarga Tn “M” sehingga terjadi perubahan prilaku keluarga dibidang kesehatan.

B.     Saran
1.      Untuk Masyarakat
Diharapkan pada warga dusun Lendang Bajur  khusunya pada ibu Hamil agar lebih memperhatikan kesehatannya maupun kesehatan lingkungannya. Agar dapat mengurangi komplikasi yang mungkin bisa terjadi.
2.      Untuk KK yang dibina
Kepada keluarga yang dibina, Agar tetap membina hubungan yang baik dengan tenaga dan fasilitas kesehatan yang ada serta tetap proaktif terhadap tindakan atau asuhan kebidanan yang diberikan dan saya berharap agar apa yang telah saya berikan baik dalam bentuk pelayanan maupun penyuluhan supaya dapat diterapkan untuk masa-masa yang akan datang.